Juara FTBI Lombok Timur 2026 Diumumkan, Berikut Daftar Lengkapnya
![]() |
| Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur M. Nurul Wathoni, M.Pd |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok
Timur (Lotim) M. Nurul Wathoni mengapresiasi seluruh peserta yang telah
mengikuti FTBI. Menurutnya, keberanian anak-anak tampil dan mengembangkan
kemampuan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Sebelumnya, Wathoni menegaskan kegiatan
tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat di bidang
seni dan budaya. Festival ini merupakan ruang bagi anak-anak untuk terus
menunjukkan bakat-bakatnya.
“Pengembangan bakat anak-anak kita dalam seni
dan budaya yang menjadi warisan nenek moyang harus didorong agar tetap lestari
dan berkelanjutan. Kita memiliki kewajiban melestarikan tradisi dan budaya itu,”
ujar Wathoni.
Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak
melihat prestasi peserta didik hanya dari kemampuan akademik. Anak-anak yang
memiliki potensi di bidang seni, bahasa, budaya, olahraga, maupun bidang
nonakademik lainnya tetap membutuhkan ruang untuk berkembang.
“Berhentilah kita sebagai guru yang hanya
memberikan prioritas kepada anak-anak yang hanya menguasai bidang akademik
saja. Doronglah anak-anak kita yang kemampuan akademiknya kurang, tetapi dia
punya minat bakat di bidang yang lain,” tegasnya.
Menurut Wathoni, kemampuan tersebut perlu
terus diasah karena peserta didik akan menghadapi lingkungan yang semakin
terbuka. Keberanian tampil, berkomunikasi, berkreasi, dan menunjukkan kemampuan
menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka.
Dalam konteks FTBI, ia berharap prestasi yang
diraih para juara tidak berhenti pada pengumuman dan penerimaan hadiah. Para
pemenang perlu mendapatkan pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka semakin
berkembang dan siap mewakili Lombok Timur pada jenjang berikutnya.
“Anak kita harus dilatih untuk siap bersaing
sejak dini, bisa tampil di ruang-ruang publik secara mandiri, dan itu harus
kita dorong,” harapnya.
Wathoni juga menyampaikan apresiasi kepada
guru pembina dan sekolah yang telah memberikan pendampingan kepada peserta.
Menurutnya, prestasi anak tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses
latihan, bimbingan, dan dukungan dari lingkungan pendidikan.
Bagi para pemenang, penghargaan yang diterima
menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras selama mengikuti rangkaian FTBI.
Meskipun hadiah yang diberikan kurang, namun pengalaman, keberanian tampil,
serta kesempatan mengembangkan kemampuan menjadi bagian penting mereka bawa ke
depan.
Karena itu, para juara diharapkan tidak cepat
berpuas diri. Prestasi FTBI tingkat kabupaten harus menjadi motivasi untuk
terus berlatih, memperbaiki kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi
kompetisi pada tingkat Provinsi NTB.
Pembinaan berkelanjutan juga penting agar
bahasa dan budaya Sasak tidak berhenti menjadi materi perlombaan. Kemampuan
begolohan, bewaran, mace puisi, pidarte, nembang, nulis cerita konteq (cekon),
dan nyurat perlu terus hidup melalui praktik dan penggunaan di lingkungan sekolah
maupun masyarakat.
Pengumuman juara pada 28 September tersebut
sekaligus menjadi penanda lahirnya talenta-talenta muda yang diharapkan dapat
membawa nama Lombok Timur pada tingkat yang lebih tinggi. Mereka merupakan
bagian dari generasi yang akan melanjutkan keberadaan bahasa dan budaya Sasak
di masa mendatang. Daftar lengkap pemenang FTBI Lombok Timur 2026, silakan klik DOWNLOAD
.png)
















