Perkuat Data Riset, Peneliti Universitas Hamzanwadi Penerima Hibah Fundamental Kemdiktisaintek Gelar FGD di KEK Mandalika

Tim peneliti penerima Hibah Penelitian Fundamental Kemdiktisaintek dari Universitas Hamzanwadi menggelar FGD
Okenewes.net – Tim peneliti penerima Hibah
Penelitian Fundamental Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 dari Universitas Hamzanwadi menggelar Focus Group Discussion
(FGD) di JM Hotel Kuta Lombok, Sabtu (18/7/2026).
FGD menjadi bagian dari tahapan penguatan data penelitian dengan menghimpun perspektif berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun model ekonomi hijau dan pemberdayaan UMKM di kawasan lingkar KEK Mandalika.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul Desain Model Pendidikan Ekonomi Partisipatif Berbasis SDGs untuk Pemberdayaan UMKM Desa Lingkar KEK Mandalika dalam Kerangka Desa Berdaya yang didanai Kemdiktisaintek.
Forum mengangkat dua tema utama, yakni Model Ekonomi Hijau Integratif untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan Pascabencana: Studi Kasus KEK Mandalika, Lombok dan Desain Model Pendidikan Ekonomi Partisipatif Berbasis SDGs untuk Pemberdayaan UMKM Desa Lingkar KEK Mandalika dalam Kerangka Desa Berdaya.
FGD melibatkan Bappeda Lombok Tengah, Dinas PMD, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata, ITDC Mandalika, pemerintah tujuh desa, Pokdarwis, BUMDes, pelaku UMKM, pengelola homestay, dan akademisi.
Penelitian dilaksanakan tim dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi dengan melibatkan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis riset.
Mahasiswa berpartisipasi dalam pengumpulan data, observasi lapangan, dokumentasi, dan pendampingan FGD. Keterlibatan tersebut menjadi sarana mengembangkan kemampuan riset, analisis, serta kepedulian terhadap persoalan pembangunan masyarakat.
Ketua Tim Peneliti, Huzain Jaelani, mengatakan FGD menjadi tahapan penting untuk menghimpun perspektif berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan model yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kawasan KEK Mandalika.
FGD menjadi tahapan penting dalam proses pengumpulan data guna menghasilkan model pembangunan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat di kawasan penyangga KEK Mandalika.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengumpulan data Penelitian Fundamental Reguler Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026," ujarnya.
Menurut Huzain, penelitian tersebut merupakan
implementasi komitmen dosen Universitas Hamzanwadi menjalankan Tri Dharma
Perguruan Tinggi melalui riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan
pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan penelitian tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi merumuskan model yang dapat diterapkan untuk memperkuat kapasitas UMKM agar lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
Melalui FGD tersebut, tim peneliti berharap menghasilkan rekomendasi ilmiah sebagai rujukan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan kawasan berbasis ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat.
Model yang dikembangkan diharapkan mampu mendorong terwujudnya pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing UMKM sebagai penggerak ekonomi desa lingkar KEK Mandalika.
.png)















