Sumber air yang dimaksud adalah Sungai Lingkung, Bendung Barang Panas, dan Gawak Buak. Bupati Haerul menekankan pentingnya pemanfaatan SPAM Pantai Selatan, yang dibangun dengan dana signifikan, untuk memberikan air bersih yang optimal bagi masyarakat di kawasan selatan. Meski sumber air yang telah mendapat izin hanya dapat mengambil 1/6 dari debit air yang ada, Bupati berharap kerja sama masyarakat di wilayah mata air untuk berbagi dengan warga selatan agar penyaluran air dengan kapasitas 150 liter/detik dapat tercapai. Saat ini, kapasitas yang baru tercapai hanya 50 liter/detik.
“Dengan kapasitas yang optimal, kita ingin segera memenuhi kebutuhan reservoir dan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,” kata Bupati Haerul.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola air melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia yakin, tata kelola yang baik dan transparan akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fisik maupun non-fisik di Lombok Timur.
Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur itu turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur PDAM, serta kepala desa dari beberapa wilayah, termasuk Kota Raja, Kembang Kuning, Tetebatu Selatan, Jeruk Manis, dan Tetebatu, serta Camat Sikur.